INFONAWACITA.COM – Badan Nasional Narkotikan (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan sejumlah wartawan berkomitmen melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba adalah musuh kita semua, maka dari itu kerja sama semua pihak utama media yang ada di daerah ini sangat berarti bagi proses tercapainya pencegahan pengguna narkoba khususnya bagi generasi penerus bangsa,” ujar Kepala BNNP Sultra, Kombes Polisi Fauzan Djamal pada kegiatan Forum Silaturrahmi dengan wartawan di Kendari, Selasa (27/12).

Tampak hadir dalam pertemuan ini ketua PWI Sultra Sarjono dan ketua AJI Kendari, Zainal Ishak masing-masing sebagai pembicara diskusi yang diselenggarakan Badan Nasional Narkotikan (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Forum diskusi ini bertujuan untuk membangun komitmen dan kepedulian bagi pihak BNN dengan seluruh media dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), dan kedepan sekaligus dapat memberikan kontribusi nyata sebagai pelopor pencegahan dan antinarkoba.

Fauzan mengatakan, BNN saat ini gencar dalam upaya P4GN, antara lain menggelar diskusi dan sosialisasi dengan siswa-siswi di sekolah mereka maupun mengundang perwakilan sekolah dalam satu pertemuan tertentu dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurut Fauzan, penyalahgunaan narkoba yang makin marak selama ini korbanya terbanyak di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga menjadi alasan utama untuk terus melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi dihampir seluruh sekolah tingkat SLP dan SMU sederajat.

Fauzan menilai pelajar dan mahasiswa sebagai pemegang tongkat kepemimpinan bangsa harus dilindungi dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Ketua PWI Sarjono mengatakan, sinergitas BNN dan media dalam hal edukasi terkait pencegahan narkoba mempunyai komitmen tinggi. Peran wartawan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi dan memberitakan sesuai dengan kode etik jurnalistik. Media harus berkontribusi bahaya narkoba kepada publik khususnya pelajar dan mahasiswa di Provinsi Sulawesi Utara.

“Tentu BNN membutuhkan wartawan, dan sebaliknya rekan-rekan wartawan juga membutuhkan informasi dari BNN dalam hal untuk memberitakan sesuai dengan kode etik yang ada,” ujar Sarjono. (SL/Ant)