INFONAWACITA.COM – Setelah menunggu puluhan tahun, kini sekitar 200 kepala keluarga (KK) di pesisir Desa Tambeanga, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sulteng) bisa menikmati terangnya cahaya listrik menyusul dioperasikannya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Masyarakat sangat bersyukur dan bergembira karena penantian untuk mendapatkan aliran listrik selama puluhan tahun kini sudah terwujud,” ujar Muhammad Syarif warga Desa Tambeanga, Konawe Selatan, Rabu (11/1), di Tambeanga.

Menurut dia, setelah desa teraliri listrik, suasana menjadi berubah. Malam terasa lebih hidup berkat penerangan jalan-jalan kampung, anak-anak lebih bersemangat belajar di malam hari. Selain itu warga lebih leluasa mendapatkan informasi dari media elektronik terutama televisi.

Dia juga menjelaskan, aktivitas warga malam hari lebih menggeliat seperti pertemuan di balai desa secara rutin bisa dilaksanakan. Selama ini warga Tambeanga saat siang melaut hingga petang hari dan langsung istirahat karena suasana kampung yang gelap karena belum ada listrik sehingga membuat warga enggan keluar rumah.
Setelah listrik, infrastruktur berikutnya yang dibutuhkan warga adalah jalan penghubung antardusun, tambatan perahu, dan alat tangkap ikan. Syarif berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan warga tersebut. Warga mulai bangkit dan merasa perhatian pemerintah terasa meningkat. Sekarang selain jalan penghubung, sarana telekomunikasi jarak jauh juga menjadi permasalahan. Warga harus ke lokasi dataran tinggi untuk mendapat sinyal telepon seluler.
Namun demikian warga sangat bersyukur sebab sejumlah fasilitas umum sudah terbangun untuk memberikan pelayanan masyarakat, seperti SD-SMP Negeri, poliklinik, mesjid dan sarana air bersih. (ANT/PSD)