INFONAWACITA.COM – Dua mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) berhasil menapakan kaki di puncak gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) di Antartika.

Dua mahasiswi ini tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MAHITALA-UNPAR (WISSEMU). Mereka menjadi dua perempuan Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Vinson Massif.

“Keberhasilan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi Antartika merupakan persembahan bagi persatuan Bangsa Indonesia” cerita Mathilda seperti dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/1).

Sebelum kembali ke Indonesia, tim akan singgah di kota Santiago untuk bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Cili, Philemon Arobaya.

Untuk menyelesaikan pendakian ini, tim melalui perjalanan panjang selama kurang lebih sembilan hari yang dimulai dari Vinson Basecamp pada (1/1), sempat singgah dan beristirahat di Low camp (2.800 mdpl), tim melanjutkan aklimatisasi sekaligus melakukan load carry ke High Camp (3.770 mdpl).

Perjalanan menuju High camp ini sendiri tidaklah mudah, suhu udara selama perjalanan yang mencapai -30°C disertai hujan saju, ditambah dengan elevasi 1.020 m dan kemiringan terrain mencapai 45° memaksa tim harus menggunakan bantuan fixed ropes untuk dapat sampai ke titik ini.

Tim memulai upaya menuju puncak (summit attempt) dari High Camp pada Rabu, 4 Januari 2017 pukul 12.00 Waktu setempat. Perjalanan menuju puncak dari titik terakhir ini ditemani cuaca cerah namun angin yang kenjang dan hawa dingin dengan suhu udara mencapai -33°C yang membuat dingin terasa menusuk.

Setelah mendaki dari High Camp menuju summit dengan jarak 14 km yang menghabisakan waktu selama 12 jam, tim akhirnya berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih pada Rabu, 4 Januari 2017 pukul 23.48 Waktu setempat atau Kamis, 5 Januari 2017 pukul 09.48 WIB. (HG)