INFONAWACITA.COM – Untuk memantau titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan di Riau, Skadron Udara 12 dan Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru sampai menerjunkan pesawat tempur.

Pesawat yang digunakan pesawat Hawk 100/200 dan F16 ada pesawat Hawk 100/200 dan F16 mengerahkan satu unit helikopter jenis NAS 332 Super Puma.

Menurut keterangan Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Henri Alfiandi di Riau, Rabu (11/1), pemantauan titik api ini menggunakan pesawat tempur ini merupakan bagian dari latihan rutin.

Seperti diketahui pesawat tempur radius pantauan sejauh 90 Nm atau sekitar 144 kilometer. Setiap hari rata-rata 22 kali latihan terbang yang sekalian akan memantau kebakaran hutan dan lahan.

“Sebelum ada Satgas (Satuan Tugas), semula elemen dihimbau melakukan aksi cegah dan penanggulangan semaksimal mungkin. Termasuk kita Lanud RSN,” urai Danlanud.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa saat ini Lanud RSN konsentrasi memantau situasi di Taman Nasional Tesso Nilo. “Bila dibakar lagi, kita akan lakukan aksi nyata,” jelasnya.

Langkah Lanud RSN memantau Karhutla menggunakan pesawat tempur sebelumnya pernah dilakukan pada 2016 lalu. Saat itu, Lanud RSN yang merupakan bagian dari Satgas Penanggulangan Karhutla memantau titik panas dan titik api melalui udara untuk kemudian diinformasikan ke Satgas Karhutla. (ANT/HG)