Kades Bermasalah, 806 Ton Beras Raskin Tidak Terserap di Madura

INFONAWACITA.COM – Kepala Divisi Regional XII Perum Bulog Madura, David Susanto mengakui sebanyak 806 ton jatah bantuan beras untuk warga miskin (raskin) di Pulau Madura, Jawa Timur tidak terserap selama tahun 2016.

Menurut David, jatah beras raskin yang tidak terserap adalah jatah untuk Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. “Jatah bantuan raskin 2016 yang tidak terserap ini untuk jatah raskin Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan,” kata David di Bangkalan, Madura, Sabtu (31/12).

Di Pamekasan, kata David, jatah bantuan raskin yang tidak terserap sebanyak 132 ton, sedangkan di Kabupaten Suemenep sebanyak 674 ton. Menurut David sejumlah alasan tidak tersebarnya beras raskin ini karena aparat desa tidak memiliki dana talangan untuk menebus jatah bantuan raskin ke gudang Bulog. “Sistemnya saat ini kan cash and carry,” kata David.

Selain itu ada juga kepala desa yang berdalih tidak menebus raskin, karena konflik politik di tingkat desa. “Sebagian lagi, karena kepala desanya terjerat kasus dugaan korupsi bantuan raskin,” kata David menambahkan.

Meski banyak jatah raskin yang tidak terserap, namun David menilai jumlah serapan bantuan raskin tahun ini lebih banyak dibanding 2015. Dari jumlah kabupaten yang menebus raskin hingga 100 persen tahun ini juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya satu kabupaten, kini menjadi dua kabupaten. “Sebab, pada 2015 jatah raskin yang tidak terserap mencapai 3.700 ton,” katanya.

David menjelaskan pagu raskin untuk masyarakat di empat kabupaten di Pulau Madura tahun ini sebanyak 71.368 ton dengan realisasi sebanyak 69.427 ton. (ANT/AK)