INFONAWACITA.COM – Keberadaan kamera pemantau harimau Sumatera ternyata tidak aman dari aksi pencurian.

Padahal keberadaan kamera pemantau ini sangat vital keberadaanya. Salah satunya ialah memantau jumlah harimau Sumatera dan beberapa spesies lain yang luput dari pendataan.

Menurut keterangan Senior Konservasi Biologi Zoological Society of London, Asep Adhikerana di Palembang, Rabu (11/1). Untuk memantau perkembangan harimau dan memotret keberadaannya di kawasan hutan konservasi ditempatkan 20 titik kamera trap pemantau.

“Kasus pencurian camera trap diduga hanya mengincar rekaman keberadaan harimau yang terekam oleh kamera tersebut. Pencurian kamera trap diduga dilakukan oleh para pemburu untuk kepentingan perburuan liar. Dalam hal ini perlu dukungan pihak terkait untuk memberikan sanksi tegas terhadap perburuan liar,” kata Asep.

Padahal keberadaan harimau sumatera di kawasan Sembilang Dangku cukup mengkhawatirkan, karena di tahun 2013 masih ada 6-8 ekor, dan pada tahun 2015 pasca kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan hanya dijumpai dua ekor lagi. (ANT/HG)