INFONAWACITA.COM-Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada Senin (14/11). KIK yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memiliki total lahan untuk tahap pertama seluas 996,4 hektar.

Kawasan ini merupakan usaha patungan antara Graha Buana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk dengan perusahaan asal Singapura Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd.

Kepastian KIK akan diresmikan oleh Presiden dan PM Singapura ini diutarakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan kerja di KIK, Jawa Tengah, Kamis (10/11). Dalam kunjungannnya Airlangga telah melihat kesiapan KIK sudah 100 persen dan tinggal mematangkan lagi rundown pelaksanannya.

Pengembangan KIK sambung Airlangga merupakan pertanda baik bagi upaya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan industri nasional, yang sejalan dengan semangat Nawa Cita yang diemban pemerintahan Jokowi-JK. Karena selama ini kawasan industri berpusat di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Airlangga menyampaikan, dalam waktu satu tahun ini, sudah ada 20 investor yang menanamkan modalnya di KIK dengan total nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.000 orang. “Dari segi kawasan, kami menargetkan, sekitar 100 hektar bisa dibagi untuk 50 perusahaan dan serapan tenaga kerjanya mencapai 500 ribu orang,” ungkapnya.

Pelaku industri yang saat ini sudah berinvestasi di KIK berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Jepang dengan berbagai sektor seperti furnitur, makanan, dan baja. Perusahaan-perusahaan tersebut, di antaranya PT Tat Wai Industries, PT APP Timber, PT Praya, PT Ganda Sugih Arthaboga dan Steel Fabricator Company. Target investor sektor lainnya, yakni industri elektronika, otomotif, dan kimia dasar.

Di sekitar kawasan telah terintegrasi pelabuhan laut Kendal yang sesuai dengan masterplan Pelabuhan Tanjung Mas dan stasiun kereta api sehingga memudahkan proses pengiriman dan penerimaan barang.

Di samping itu, selain diisi dengan industri, kawasan ini akan dibangun perumahan dan tempat komersial dalam beberapa tahap. Bahkan, juga direncanakan memiliki beberapa kluster industri seperti Fashion City, Food City, Furniture Hub, dan Building Material Zone. Setiap kluster ini akan terdiri dari perusahaan dari berbagai tahap proses produksi, mulai dari proses bahan baku hingga desain produk serta produksi dan pemasaran produk yang telah jadi. (HG)