Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kudus Meningkat

INFONAWACITA.COM – Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kudus, Jawa Tengah, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.  Tercatat jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan selama Januari-November 2016 sebanyak 175.925 orang.

“Jika dibandingkan dengan periode Januari-November 2015 peningkatannya mencapai 166 persen karena periode tersebut terdapat 106.277 peserta,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Teguh Wiyono saat menggelar media “gathering” di Rumah Makan Lembur Kuring Kudus, Rabu (28/12).

Dalam rangka meningkatkan jumlah kepesertaan, katanya, BPJS Ketenagakerjaan Kudus akan berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Menurut dia, sosialisasi yang dinilai efektif, salah satunya melalui berbagai komunitas yang ada di masyarakat.

Model sosialisasi dengan sasaran komunitas, katanya, akan diintensifkan pada tahun 2017, sehingga jumlah masyarakat yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan semakin bertambah.

“Kami juga merekrut kader BPJS Ketenagakerjaan, dengan harapan mereka bisa turut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya lingkungan sekitarnya terkait program BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sebelumnya, lanjut dia, BPJS Ketenagakerjaan juga menjalin kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing kabupaten untuk menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan berupaya memberikan edukasi tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka mengetahui manfaat mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Di antaranya, bisa menciptakan situasi ketenangan para karyawan dalam menjalankan aktivitas kerja karena mendapat jaminan, sehingga ketika lingkungan kerjanya kondusif tentunya bisa memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

Adapun program BPJS Ketenagakerjaan yang ditawarkan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP).

Menurut dia, jumlah pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan saat ini masih rendah, jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di lima kabupaten.

Berdasarkan data dari BPS Jateng, jumlah angkatan kerja sepanjang tahun 2015 mencapai 2,38 juta orang, sedangkan yang terdaftar baru 175.925 orang atau 7,4 persen.

“Kami bertekad akan meningkatkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2017, karena masih banyak pekerja yang belum terdaftar,” ujarnya.

Untuk perusahaan yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kudus, lanjut dia, selama Januari-November 2016 tercatat sebanyak 3.320 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, maka pertumbuhannya sebesar 149 persen,” ujarnya.

Selama Januari-November 2015, lanjut dia, terdapat 2.223 perusahaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kudus.

Jumlah tersebut, dipastikan meningkat pada tahun 2017 karena masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.

Upaya meningkatkan, selain melalui sosialisasi juga menjalin kerja sama dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Kudus lewat perizinan terpadu secara “online” diharapkan bisa mendongkrak jumlah peserta karena syarat memperpanjang izin usaha untuk perusahaan harus sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (SL/Ant)