Mempertentangkan Perbedaan di Ruang Publik Tanpa Agenda

Oleh : Emrus Sihombing

INFONAWACITA.COM – Belakangan ini aktifitas media sosial sering kali muncul wacana mempertentangkan perbedaan yang bisa berujung pada pandangan yang saling berseberangan. Hal ini sangat berpotensi mengkonstruksi timbulnya eksklusivitas antara satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya.

Wacana semacam itu bukan tanpa agenda dan tidak produktif dalam berbangsa dan bernegara. Sebab, tidak ada pesan komunikasi yang mempunyai arti. Dari aspek komunikasi, memperuncing perbedaan dalam suatu wacana publik, cepat atau lambat dapat mengganggu keberagaman dan persatuan negara.

Untuk itulah, aktor sosial (politik) yang selalu “meluncurkan” perbedaan yang berpotensi menimpulkan polarisasi yang  saling “berhadap-hadapan” dalam tatanan berbangsa dan bernegara di negeri ini harus di tiadakan. Dengan mengeksternalisasi ide dan pandangan di ruang publik tentang hakekat keberagamaan dalam kebersamaan dan persatuan yang sesuai dengan Pancasila. Di dalam Pancasila mengandung hakekat kemanusiaan yang memang berbeda, namun dalam persatuan yang beradab.

Karena itu, aktor sosial (politik) yang mengangkat perbedaan sebagai sesuatu yang bisa menimbulkan kegaduhan di ruang publik, yang bersangkutan kurang memahami hakekat perbedaan itu sendiri. Atau dia punya agenda politik tertentu yang bisa jadi berseberangan dengan pluralisme kebangsaan kita.

Untuk itu, perlu diihat perbedaan dalam persamaan. Demikian juga harus memahami persamaan dalam perbedaan sebagai hakekat alam semesta. Di dalam persamaan itu ada perbedaan. Misalnya sama-sama manusia, namun ada perbedaan yaitu ada Perempuan dan ada Laki-Laki dan seterusnya.

Di dalam perbedaan, ada persamaan. Misalnya, laki-laki berbeda dengan perempuan. Namun ada persamaan, yaitu antara lain sama-sama memiliki sistem pencernaan, dan seterusnya. Ada perempuan dan ada laki-laki, sebagai suatu perbedaan. Perbedaan itu sebagai anugerah luar biasa.

Karena itu,  mari kita wacanakan perbedaan, tentu yang positif bagi keberagaman di negeri tercinta ini, sebagai sesuatu yang indah dan baik sesuai dengan keberadaan alam semesta.

Dengan demikian, perbedaan itu sebagai persatuan. Salam NKRI.

Direktur Eksekutif EmrusCorner Emrus Sihombing