INFONAWACITA.COM – Peran pemuda sangatlah dibutuhkan dalam mewaspadai dan mengantisipasi pengaruh-pengaruh destruktif yang akan merusak generasi muda Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi saat menjadi Pembina Upacara pada Perkemahan Kubro Wahidiyah VI di Bumi Perkemahan dan Wisata Cibubur (Buperta Cibubur) Jakarta, Kamis (29/12) siang.

Imam melanjutkan bahwa ada 5 hal penting yang harus diwaspadai yaitu maraknya peredaran narkoba, radikalisme, anarkisme dan terorisme, prilaku seks menyimpang seperti seks bebas dan LGBT, tawuran, serta konflik SARA.

“Disadari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki peranan dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan serta dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan paradigma pembangunan kepemudaan yang menjadikan pemuda sebagai subjek pembangunan, ” ujar Imam.

Menpora mengatakan peran penting pemuda dan mahasiswa telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa, dimulai dari pergerakan Budi Utomo di tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, pergerakan pemuda dan mahasiswa pada tahun 1966 sampai dengan pergerakan mahasiswa di tahun 1998, fakta historis ini membuktikan bahwa generasi muda bangsa mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan bangsa.

Imam juga menyampaikan bahwa kondisi pemuda saat ini tidak lagi memberikan contoh dan keteladanan yang baik sebagai generasi yang terpelajar, tidak banyak yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Oleh sebab itu, untuk dapat berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat, memiliki kepribadian yang luhur, berdaya saing, beretika, dan memiliki kemampuan memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global, ” tuturnya. (SL)