Pandeglang Canangkan Gerakan Indonesia Membaca

INFONAWACITA.COM ā€“ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang Provinsi Banten, Rabu (28/12), mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca di Kecamatan Cibaliung, Pandeglang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sangat mendukung Gerakan Membaca Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan sebagai bentuk nyata dukungan itu maka kegiatan di Kecamatan Cibaliung dinamakan program “Pandeglang Untuk Indonesia Membaca”.

Irna Narulita berharap Gerakan Pandeglang Membaca itu tidak hanya seremonial saja, melainkan jadi agenda rutin dan berkelanjutan, sehingga secara bertahap buta huruf yang saat ini jumlah penderitanya masih tinggi, bisa dituntaskan.

“Buta huruf yang saat ini masih di kisaran 19 ribu yang ada di Pandeglang, dengan dukungan dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kami yakin akan terentaskan,” ujarnya.

Menurut Irna Narulita, jika pengentasan buta huruf bisa dilakukan, atau minimal dapat dikurangi jumlahnya, maka Indeks Pembangunan Manusia di Pandeglang dapat meningkat.

Selama ini Pemkab Pandeglang berupaya untuk menuntaskan penderita buta huruf/aksara, di antaranya dengan memperbanyak pendirian lembaga pandidikan nonformal.

Bupati Pandeglang Provinsi Banten Irna Narulita meminta setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu Taman Baca Masyaraat (TBM).

“Saya harapkan satu desa/kelurahan satu TBM ini untuk mendukung program Gerakan Indonesia Membaca,” katanya.

Irna juga menekankan agar setiap desa/kelurahan, selain memiliki minimal satu TBM, juga ada taman pintar, taman Al-Quran sahabat keluarga yang diselaraskan dengan Taman Baca Masyarakat (TBM).

Ia juga menyatakan untuk mencapai warga melek huruf 100 persen sulit karena berbagai faktor diantaranya karena usia, namun paling tidak bisa hingga 99 persen.

“Masih banyak masyarakat yang kurang memandang penting pendidikan, dan inilah yang menjadi penyebab tingginya penderita tuna aksara atau buta huruf di daerah ini,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah buta huruf di daerah itu setiap tahun mengalami penurunan karena berbagai upaya pengentasan yang dilakukan pemerintah kabupaten, termasuk pengalolasikan anggaran untuk memberantas masalah sosial itu.

Sedangkan kegiatan riil untuk mengentaskan tuna aksara ada dua kegiatan pokok yakni dasar di antaranya belajar membaca menulis dan berhitung (calistung) dan keterampilan dan lanjutan seperti pendidikan kesetaraan atau paket A, B dan C. (SL/Ant)