INFONAWACITA.COM – Melalui 17 program strategis yang tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Tahun 2016-2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, berkomitmen dalam upaya memajukan mutu pendidikan di daerah itu.

Ke-17 program strategi itu diantaranya pembangunan sarana prasana pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan tenaga pendidikan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Badung, Bali, I Ketut Suiasa, usai meresmikan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 5 Kuta Selatan, Kamis (29/12).

“Melalui upaya itu akan dapat mewujudkan pendidikan berkarakter dan mencetak para cendikiawan yang handal,” kata Suiasa.

Menurut Suiasa, pendidikan merupakan aset bangsa yang sangat berharga untuk menopang pembangunan daerah dan penguatkan sendi-sendi bangsa ke depannya.

Untuk itu, Pemkab Badung sangat serius melakukan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu agar lebih baik.

“Saya mengharapkan dengan diresmikanya sekolah ini dapat menambah jumlah sekolah yang berkualitas di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Dengan banyaknya dibangun sekolah baru, Suiasa berharap bisa mempermudah pelayanan pendidikan kepada masyarakat, karena semakin dekat sekolah dengan rumah penduduk akan mempermudah akses siswa menuju sekolah.

“Semoga semakin banyak sekolah-sekolah berkualitas yang ada di Kabupaten Badung pelayanan pendidikan semakin dekat kepada masyarakat, karena dengan pendidikan yang berkarakter tentu Badung akan menjadi kuat secara SDM,” katanya.

Salah satu fokus utama program pembangunan Pemkab Badung pada sektor pendidikan yang menjadi pilar penting dalam pembangunan manusia.

Dengan mengalokasikan 20 persen APBD Badung yang mencapai Rp5,2 triliun lebih itu dapat diarahkan untuk penguatan tiga pilar pendidikan yaitu siswa, guru dan sarana prasarana pendidikan.

“Implementasi program pemerintah Badung lainnya adalah dengan pembagian laptop kepada siswa sekolah dasar kelas enam merupakan cerminan perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pendidikan dan perkembangan ilmu teknologi,” katanya. (SL/Ant)