INFONAWACITA.COM – Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI), Lucky Fransiska melaporkan pemilik akun facebook bernama Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya, Rabu (11/1). Menurut Lucky, pelaporan ini menindaklanjuti unggahan Eko di facebooknya yang menuding pewarta foto dalam sidang dugaan penodaan agama sebagai tim cyber atau buzzer penista agama.

“Apa yang dilakukan Eko Prasetia sudah mencoreng citra jurnalis dan merendahkan kami,” kata Lucky di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).

Lucky mengaku tidak mempermasalahkan jika Eko sudah meminta maaf, namun ia pun meminta agar proses hukum tetap berjalan. Menurut fotografer salah satu koran nasional ini, apa yang dituliskan Eko di akun facebooknya bukan hanya menyinggung komunitas saja, melainkan seluruh pewarta foto mulai dari cetak hingga elektronik.

“Sebagai jurnalis, kami punya tanggung jawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi,” kata Lucky.

Sebelumnya, akun facebook milik Eko Prasetia pada 3 Januari lalu memposting foto sejumlah fotografer yang sedang menunggu persidangan kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian.

Dalam postingannya yang kemudian viral di media sosial (medsos), Eko Prasetia menuliskan kalimat “Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir di persidangan hari ini. Udah seperti PSK asal China kelakuannya mereka, pake tutupin muka segala”.

Tak lama setelah postingannya viral di medsos, Eko menulis permintaan maaf kepada Pewarta Foto Indonesia.Dalam klarifikasinya, Eko mengaku mendapat foto dan keterangan yang dipostingnya dari netizen bernama Benz Syafe’i.

“Saya bersalah karena teledor tidak mengkonfirmasi kebenaran terlebih dahulu. Sampai pada akhirnya saya mendapat informasi yang sebenarnya maka postingan tersebut saya langsung hapus untuk menghindari ketidak benaran yang berkelanjutan,” tulis Eko dalam akun facebooknya.

Seperti para pelaku penyebar kebencian melalui medsos yang tertangkap, Eko pun meminta agar tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum dan meminta agar kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. (GR/AK)