Polri Kejar Tersangka Lain dan Penyandang Dana Rencana Makar

INFONAWACITA.COM – Kepolisian terus mengembangkan kasus dugaan permufakatan makar yang melibatkan 7 orang tersangka yang ditangkap, Jumat (2/12) lalu.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan pengembangan kasus ini untuk menelusuri kemungkinan adanya tersangka lain dan aliran dana untuk kegiatan makar tersebut.

“Masih didalami semua, kemungkinan ada tersangka lain, kalo dibilang mungkin, ya mungkin. Tergantung barang bukti yang didapat penyidik dan itu nanti akan dijadikan bahan untuk ini,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (3/12).

Pengembangan kasus ini, kata Boy, juga menyasar kemungkinan adanya keterkaitan dengan rencana sekelompok buruh melakukan unjuk rasa bertepatan dengan aksi bela Islam Jilid III, Jumat (2/12) lalu. Terlebih dari 7 orang tersangka pemufakatan makar, salah satu diantaranya adalah aktivis buruh yang ditangkap di Kedaung, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Namun, Boy mengaku pihaknya tak ingin terburu-buru membuat kesimpulan dan masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. (baca: Buruh Rencananya Sambangi Balaikota )

“Saya belum bisa mengatakan apakah keterlibatan ini sistematis atau kebetulan. Saya tidak bisa menduga-duga sekarang, biarlah proses pemeriksaan berjalan dulu baru nanti akan tergambar. Kalau sekarang kita katakan, nanti terlalu prematur tapi yang jelas kalo persangkaan dilandasi dengan bukti yang cukup,” kata Boy.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 11 orang dari lokasi berbeda antara pukul 02.30 hingga 09.00 WIB, Jumat (2/12). Ke-11 orang yang diamankan yakni Eko Santjojo(56), Adityawarman Thaha (71), Kivlan Zein (70), Ratna Sarumpaet (67), Firza Husein Maskaty (43), Rachmawati Soekarnoputri (56), Alpinindra Alfaris (51), Dhani Ahmad Prasetyo (44), Sri Bintang Pamungkas (71), Jamron (48) dan Rizal Kobar (47).

Dari pemeriksaan 1×24 jam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kepolisian menetapkan 7 orang sebagai tersangka pemufakatan makar yakni Eko Santjojo(56), Adityawarman Thaha (71), Kivlan Zein (70), Ratna Sarumpaet (67), Firza Husein Maskaty (43), Rachmawati Soekarnoputri (56) dan Alpinindra Alfaris (51). Kepada ke-7 orang ini disangkakan melanggar Pasal 107 juncto Pasal 110 junto Pasal 87 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Sementara musisi Dhani Ahmad Prasetyo (44) alias Ahmad Dhani disangkakan melanggar Pasal 207 KUHP.  “Kedelapan orang ini setelah menjalani pemeriksaan sudah dikembali kepada keluarga masing-masing,” kata Boy. (baca: Penangkapan 10 Terduga Makar Hasil Penyelidikan Cukup Lama )

Untuk tiga orang lainnya yang masih menjalani pemeriksaan yakni dua bersaudara Jamron (48) dan Rizal Kobar (47) yang disangkakan melanggar melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 107 serta Pasal 110 KUHP. (baca: Polri Masih Menahan Sri Bintang Pamungkas dan 2 Tersangka Lain )

Untuk Sri Bintang Pamungkas (71) masih menjalani pemeriksaan terkait tayangan di media sosial youtube pada November 2016 lalu. “Sri Bintang Pamungkas dipersangkakan terkait tayangannya di media sosial youtube yang berkaitan masalah undang-undang penghapusan masalah etnis. Ada ucapan yang mengarah kesitu. Sampai saat ini masih berbeda kelompok dengan kasus pemufakatan makar, walaupun dimungkinkan ada titik temu,” kata Boy. (GR/AK)