INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, yang akan dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Bogor, Minggu (15/1).

Persiapan pertemuan bilateral tersebut dibahas oleh jajaran menteri Kabinet Kerja pada Rabu (11/1) ini. Dalam rapat persiapan tersebut, Pemerintah Indonesia menginginkan Jepang memperbesar akses produk pertanian dan perikanan Indonesia masuk negara Matahari Terbit tersebut.

“Untuk bidang perdagangan, kita akan minta akses produk pertanian dan perikanan ke pasar Jepang diperbesar,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat tertutup. Ditambahkannya, untuk kerja sama skala besar lainnya sudah didahului dengan pertemuan teknis, yang melibatkan menteri-menteri kedua negara. Menlu dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa kunci kerja sama perdagangan ini adalah saling menguntungkan. Selain perdagangan, kedua negara juga melakukan kerja sama investasi.

Terpisah, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengatakan Indonesia akan memperbaiki kerja sama di masa lalu. Salah satu contohnya adalah masalah Natuna Selatan yang dinilai tidak menguntungkan Indonesia. “Iya, masak Indonesia hanya dapat nol saja sementara pihak Exxon dapat 100 persen,” ujar Luhut.

Luhut menambahkan, saat ini pengelolaan Blok di Natuna Selatan dialihkan ke Pertamina. BUMN itu yang akan melakukan negosiasi secara business to business dengan pihak Exxon. Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Jepang dan Indonesia juga akan membahas kerja sama di bidang pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat, kereta cepat Jakarta-Surabaya, dan lain sebagainya.(AR/ANT)