Di Ponpes Nurul Islam Jember, Presiden Ingatkan untuk Jaga Silaturahmi Antarumat Beragama

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Ponpes Nurul Islam, Jember, Jawa Timur, Sabtu, 12 Agustus 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (12/8) siang. Kepala Negara mengingatkan tentang pentingnya menjaga silaturahmi antarumat beragama.

Saat tiba di pondok pesantren tersebut, Presiden disambut langsung oleh K.H. Muhyiddin Abdusshomad selaku Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam. Ribuan santri juga turut antusias menyambut kedatangan Presiden.

Bahkan salah satu santri yang bernama Dalila, berkesempatan untuk membacakan puisi di hadapan Kepala Negara. Puisi tersebut memang dibuat khusus sebagai harapan dan doa untuk Presiden Joko Widodo.

Atas keberaniannya tersebut, Presiden memberikan hadiah sepeda untuk Dalila. Sejumlah santri lain yang dapat menjawab pertanyaan dari Presiden pun turut mendapatkan hadiah sepeda.

“Sepeda yang saya berikan itu bukan sepeda biasa. Karena sepedanya khusus dan diberikan tulisan di situ ada tulisannya ‘Hadiah Presiden Jokowi’,” ujar Presiden seperti dilaporkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. .

Silaturahmi antarumat beragama

Tak lupa, Presiden berpesan kepada para santri untuk terus menjaga tali silaturahmi antar umat beragama di seluruh Tanah Air. Hal ini dilakukan guna membantu pemerintah dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Inilah yang terus akan saya ingatkan di mana pun saya berada. Negara ini, negara Indonesia ini negara besar. Kita harus rukun, kita harus bersatu. Kita ini bersaudara,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga melakukan prosesi peletakan batu pertama di lokasi pembangunan masjid dan asrama Pondok Pesantren Nurul Islam.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (*)