Kebakaran Hutan, 2 Perusahaan di Riau Jadi Tersangka

Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan api yang membakar hutan dan lahan gambut di Pekanbaru, Riau, Sabtu (1/8). Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas ke wilayah lainnya. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ed/pd/15

INFONAWACITA.COM – Kepolisian Daerah Riau menetapkan PT Sontang Sawit Permai di Kabupaten Rokan Hulu dan PT Wahana Sawit Subur Indah di Kabupaten Siak sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Rivai Sinambela mengatakan, penetapan status setelah Dit Reskrimsus Polda Riau mendapat bukti keterlibatan kedua perusahaan itu dalam pembakaran lahan.

Penyidik menemukan lahan PT SSP seluas 40 hektare yang diduga sengaja dibakar. Di lahan PT WSSI, penyidik menemukan lahan seluas 80 hektare yang sengaja dibakar.

“Modusnya, mereka membakar lahan kosong berupa rerumputan dan ilalang yang diduga sengaja dibakar. Karena dari penyelidikan yang kami temukan tidak ada lahan sawit mereka yang terbakar. Semua lahan kosong,” kata Rivai di Mapolda Riau beberapa waktu lalu.

Pada kasus itu Polda Riau menetapkan Direktur Utama PT WSSI berinisial OA sebagai tersangka. Sedangkan terhadap PT SSP, Polda Riau masih memeriksa jajaran pimpinan yang terlibat atau bertanggung jawab atas kebakaran di lahan perusahaan itu.

Dukungan Penuh Kapolri

Selain dua perusahaan tersebut, Polda Riau juga menetapkan 87 orang sebagai tersangka pembakar lahan yang tersebar di setiap polres di Propinsi Riau. “Dari 87 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, hampir seluruhnya tertangkap tangan sedang membakar lahan,” kata Kabid Humas Polda Riau Guntur Aryo Tejo.

Kinerja Polda Riau pernah mendapat sorotan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta penggiat lingkungan atas keputusan mengeluarkan SP3 kepada 15 perusahaan yang diduga terlibat pembakaran lahan di Provinsi Riau pada tahun 2015.

Indikasi keterlibatan perusahaan pada kasus kebakaran hutan dan lahan kembali mengundang kemarahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya setelah 7 pegawai Kementerian LHK disandera sekelompok orang yang diduga suruhan PT APSL pada awal September lalu.

Dalam pertemuan internal antara Menteri Siti Nurbaya dan Kapolri Jend Tito Karnavian yang membahas penegakan hukum kasus pembakaran hutan dan lahan, Polri berjanji mendukung Kementerian LHK menangani kasus kebakaran lahan.

“Ke depan, saya juga sudah perintahkan seluruh jajaran untuk membantu tugas-tugas KLHK dalam penanganan karhutla. Perihal pengamanan saat tim KLHK turun, kami terbuka dan siap memberikan dukungan untuk tim KLHK menangani karhutla di daerah,” kata Tito didamping Siti Nurbaya di Gedung Manggala Wanabakti, beberapa waktu lalu. (AK)