Kepada Pendukung Setianya, Presiden: Pakai Cara Komunikasi Kekinian dan Update Teknologi

Presiden Joko Widodo menghadiri Silaturahmi Nasional ke-2 Pendukung Setia Jokowi di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/8) malam. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo menghadiri Silaturahmi Nasional ke-2 Pendukung Setia Jokowi di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/8) malam.

Di awal sambutannya, Presiden mengingatkan bahwa saat ini dunia bergerak dengan cepatnya bahkan perubahan terjadi hampir setiap detik, setiap hari, setiap minggu terjadi perubahan-perubahan. “Seperti itulah yang harus kita antisipasi, dunia bergerak sangat cepatnya. Marilah kita lihat betapa perubahan sangat cepat,” kata Presiden.

Kita tidak boleh tertinggal dari negara-negara lain dan harus siap berkompetisi serta bersaing. “Untuk itu, kita harus mengorganisasikan diri, ajak rakyat untuk memiliki etos kerja yang baik, memiliki produktivitas yang baik,” ucapnya.

Tantangan perkembangan teknologi

Seperti dikutip dari pernyataan resmi Deputi Bidang Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kepala Negara juga mengingatkan adanya tantangan-tantangan yang disebabkan perkembangan teknologi yang akan mengubah pola interaksi yang terjadi di masyarakat.

“5-10 tahun lagi mungkin kita sudah tidak baca koran lagi, sudah tidak lihat TV lagi. Hanya bermodalkan smartphone, gadget, karena berita online ada di situ, mau llihat TV, klik video,” tutur Presiden.

Oleh karenanya, perubahan pola pikir harus segera dilakukan mengingat persaingan telah di depan mata. Selain itu, perubahan lanskap politik, ekonomi dan politik juga harus diantisipasi.

“Jangan salah mengambil posisi karena masa transisi penting untuk selalu mendengarkan perubahan-perubahan di masyarakat, apa keinginan mereka,” kata Presiden.

Yang tidak kalah pentingnya adalah interaksi komunikasi juga sudah berubah dan harus disadari. Komunikasi memerlukan cara-cara baru dan pendekatan. “Jangan sampai memakai tradisi-tradisi lama yang sudah tertinggal di masyarakat. Pakailah cara-cara baru, lebih kekinian, lebih update dengan teknologi,” ujar Presiden. (*)