Pariwisata Digenjot Pemerintahan Jokowi dengan 5 Terobosan Ini

Labuan Bajo. (foto: ksp.go.id)

INFONAWACITA.COM –  Di tengah krisis global, Indonesia masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang cukup stabil. Banyak pengamat ekonomi menilai salah satu pemicunya ialah karena terobosan Pemerintahan Jokowi dalam menggenjot sektor pariwisata.

Akibat upaya tersebut jumlah wisatawan pun melesat tajam dari 9.4 juta wisatawan pada 2014 menjadi 10.4 juta wisatawan pada 2015. Devisa pun terdongkrak. Kas negara dari sektor pariwisata menjadi Rp155 triliun.

Berikut 5 terobosan Pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan sektor pariwisata Indonesia yang dirangkum Infonawacita.com:

  1. Menjadi Program Prioritas Pembangunan
foto: ksp.go.id

Jokowi menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan. Pariwisata diprioritaskan bersama dengan pangan, infrastruktur, energi, dan maritim.

Sinyal kuat itu nampak dari sisi anggaran. Rp5,6 triliun dianggarkan untuk menggenjot promosi pariwisata.

Tidak itu saja, Presiden pun kerap meninjau berbagai obyek wisata setiap kali melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.

  1. Membangun bandar udara
foto: ksp.go.id

Kondisi geografis Indonesia memang unik. Sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak destinasi wisata, maka transportasi menjadi persoalan pelik.

Menyadari hal tersebut, pemerintah pun gencar membangun bandar udara. Utamanya di sejumlah lokasi yang memiliki potensi wisata. Contohnya, Bandara Udara Komodo di Labuan Bajo dan Bandara Miangas di perbatasan paling utara Indonesia.

  1. Menciptakan ‘10 Bali Baru’
foto: advencious.com

Bali sudah menjadi salah satu destinasi wisata wajib. Tidak saja bagi wisatawan lokal tetapi juga mancanegara. Bali begitu terkenal.

Maka, Presiden telah menetapkan ’10 Bali Baru’ di rapat terbatas pada Februari 2016 lalu. Maksudnya, pemerintah berupaya untuk mendorong destinasi-destinasi wisata lain agar sekaliber Bali.

Kesepuluh destinasi tersebut adalah Danau Toba, Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakart, dan Candi Borobudur. Kemudian Gunung Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Morotai (Maluku Utara) sedang dipersiapkan Pemerintah untuk menjadi Bali baru di mata dunia.

  1. Bebas visa kunjungan singkat bagi 169 negara
foto: bali-travelnews.com

Peraturan Presiden (PP) Nomor 21 tahun 2016 yang mengatur bebas visa kunjungan singkat bagi 169 negara ke Indonesia diterbitkan pada 2 Maret 2016.

PP tersebut disambut positif pelaku pariwisata. Pada Februari 2017, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy menyebut kebijakan tersebut sudah tepat dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dalam jangka panjang.

  1. Mengawinkan olahraga dan pariwisata
foto: runsociety.com

Saat ini Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Kementerian Pariwisata sangat intens bekerja sama dalam meningkatkan pariwisata Indonesia. Sinergi kedua kementerian tersebut tentu saja bertujuan untuk menggalakkan sport tourism atau wisata olahraga.

Salah satunya ialah lewat ajang tahunan triathlon yang diadakan di tempat-tempat wisata yang eksotis di Indonesia. Bukan rahasia lagi, banyak pelancong yang menggemari lomba yang memadukan olah raga lari, sepeda, dan renang ini. (DS/YI)