Polri: Ancaman Non Militer Bisa Membahayakan Negara

foto: infonawacita.com/hg

INFONAWACITA.COM – Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Arkian Lubis menyatakan jika ancaman non militer sangat tampak dipermukaan yang membahayakan negara.

Ancaman non militer tersebut adalah terorisme, radikalisme, cyber crime, dan intoleransi

Perlu ada respon terhadap hal tersebut agar tidak menimbulkan gangguan bagi negara.

“Sebagai institusi yang dalam sejarahnya merupakan bagian dari memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Polri berharap kebhinekaan terus dapat dijaga dan 4 konsensus nasional dapat semakin tersosialisasi agar ancaman non militer setidaknya mampu diminimalisasi,” kata Arkian dalam diskusi yang bertemakan “Menggalang Ketahanan Nasional Untuk Menjamin Kelangsungan Hidup Bangsa” di Jakarta, Sabtu (12/8).

Memperkuat pernyataan Arkian, Sekretaris Direktur Jenderal Politik Dan Pemerintahan Umum Brigjen TNI Didi Sudiana menyatakan jika di era globalisasi, ancaman non militer semakin berbahaya bagi kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa dan negara.

Karena itu perlu diperkuat pertahanan non militer.

Pertahanan non militer di sini adalah pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian, serta kecerdasan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Dalam Kementerian Dalam Negeri sendiri, peran strategis yang dimilikinya telah dijabarkan dalam PP No 11 Tahun 2015.

Perjuangan Non Militer

Ada tiga area yang telah dilakukan dalam perjuangan non militer yang dilaksanakan. Salah satunya adalah Kementerian Dalam Negeri telah menghapus 3142 Perda yang sudah diterbitkan oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu juga dengan penguatan kapasitas Ormas dan masyarakat dalam menghadapi perkembangan dunia global.

“Ke depan Ormas dapat menjadi Ormas yang mandiri dan profesional dalam mencapai tujuannya terutama dalam menghadapi ancaman non militer, diantaranya dengan mengembangkan kesetiakawanan sosial, gotong royong dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna tercapainya cita-cita nasional,” kata Didi Sudiana. (HG)