“Polri Dan Kepemimpinan Tito Karnavian : Memaknai Keberhasilan Polri”

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (kanan) bersama Firman Jaya Daeli dalam suasana Informal sambil mendiskusikan sejumlah hal strategis, di Jakarta, Sabtu (31, Desember 2016)

Oleh: Firman Jaya Daeli (mantan Tim Perumus UU Polri Pansus DPR RI)

INFONAWACITA.COM – Beberapa waktu lalu dalam pertemuan dengan Kapolri (Jenderal Pol. Tito Karnavian) dalam suasana infornal, kita mendiskusikan sejumlah hal strategis seperti, situasi, kondisi, dan perkembangan pelayanan umum, Kamtibmas, keamanan nasional, dan tentunya yang paling hangat soal penegakan hukum.

Polri telah berada pada jalur yang senantiasa dan harus terus-menerus secara berkelanjutan terpanggil melindungi dan merawat Indonesia Raya sebagai tugas dan tanggung jawab Bhayangkara Negara.

Polri melalui kepemimpinan Kapolri dengan dukungan jajaran aparatur Polri lainnya harus secara berkelanjutan memaknai Indonesia Raya yang merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila Dan Konstitusi UUD 1945 yang Berbhinneka Tunggal Ika, dalam berbagai agenda dasar dan kebijakan strategis Polri.

Pemaknaan ini dilambangkan dan diwujudkan Polri secara maksimal dan konsisten dalam rangka menjalankan perlindungan optimum terhadap warga yang beraneka ragam (Majemuk) dalam semangat pertumbuhan Bhinneka Tunggal Ika.

Negara melalui Polri mesti memastikan untuk melayani dan melindungi warga negara di setiap ruang dan waktuj. Artinya, Polri dan jajarannya di wilayah manapun harus menciptakan dan menumbuhkan ketenangan, kenyamanan, keamanan, dan kedamaian yang Konkret dan otentik.

Dengan demikian, Polri harus tegas dan jelas dalam posisi menjamin sekigus memfasilitasi keselamatan publik. Tidak boleh ada diskriminasi warga berdasarkan komunitas dengan latar belakang agama, kepercayaan, suku, dan golongan.

Sebaliknya Polri harus tegas dan tuntas menghentikan, melarang, dan mengadili segelintir orang dan kelompok kecil yang mengatasnamakan agama lalu acapkali melakukan kekerasan, ancaman. Dampak selanjutnya adalab timbulnya gangguan ketenangan, kenyamanan, keamanan, dan kedamaian di masyarakat.

Penghentian, pelarangan, dan penegakan proses hukum terhadap hal Ini karena kerangka gerakan dan metode aksi orang intoleran dan kelompok radikal tidak lagi sekedar mengganggu dan merusak harmoni kemanusiaan dan keselamatan publik.

Tetapi sekarang mulai mengarah ke taraf mengancam dan membahayakan keberadaan integrasi NKRI, Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, jiwa Sumpah Pemuda bahkan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Jajaran Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian telah menunjukkan kemauan, kemampuan, dan kematangan untuk memastikan kualitas pelayanan umum, Kamtibmas, keamanan nasional, dan penegakan hukum.

Kita berharap negara melalui Polri mampu memastikan peningkatan kualitas beberapa sendi bernegara tersebut.

Kapolri Tentu akan terus melakukan reformasi internal dan koreksi ke dalam. Polri tentu akan meluruskan jika terdapat pejabat Polri di wilayah atau kepala satuan wilayah yang dalam menjalankan tugas tidak sesuai atau belum sesuai atau tiba-tiba menyimpang dari program dan agenda Polri serta Kebijakan Kapolri.

Polri dan kualitas kepemimpinan Kapolri telah mulai terlihat berhasil melakukan hal tersebut. Selanjutnya perlu memaknai keberhasilan Polri tersebut secara otentik dan konkrrt dengan mendukung, mengawal, mengamankan, melaksanakan, dan mensukseskan program Pemerintahan Jokowi – JK.

Sebab Pemerintahan Jokowi – JK merupakan hasil pilihan rakyat yang berdaulat melalui Pemilu langsung Dan demokratis. (*/PSD)

*Keterangan Foto: Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) dan Firman Jaya Daeli berbincang santai, Sabtu (31/12).