Presiden Jamu Makan Siang Ketua PBNU

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (11/1), menjamu makan siang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut salah satunya dibahas tentang gerakan Islam radikal.

Presiden Jokowi menerima Said Aqil sekitar pukul 13.15 WIB. Said yang mengenakan baju batik lengan panjang telah berada di Istana sejak pukul 11.50 WIB. Presiden Jokowi langsung mengajak Said Aqil menuju ke ruang tengah, di mana tersedia meja bundar dengan sejumlah menu makanan. Usai makan siang yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Presiden Jokowi langsung memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden.

Said Aqil sebelum meninggalkan Istana menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi pembicaraan dalam makan siang tersebut, antara lain tentang menguatnya¬†Islam radikal pada akhir-akhir ini serta masalah intoleransi.¬†“Indikasi, fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita,” ungkap Said.

Said Aqil mengungkapkan, saat ini dunia melihat Indonesia dengan mayoritas umat Islam terkenal moderat, toleran dan bermartabat. Namun, akhir-akhir ini mulai mengendor dan gejala intoleransi mulai menguat. “Bagaimana upaya intoleran ini dapat kita atasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur, bukan Islam yang doktrin, Islam ramah,” harap Said Aqil.

Said menambahkan, Kyai NU diminta atau tidak diminta, harus menyuarakan Akhlakul karimah, ceramah yang rukun bukan yang konflik. “Diperintah maupun tidak, Kyai NU akan menyuarakan itu, saya jamin,” tegas Said Aqil.(AR/ANT)