Presiden: Pancasila, Ideologi yang Mengarahkan Cita-Cita Kemerdekaan Kita

Presiden Joko Widodo dan Dewan Pengarah UKP-PIP saat Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Program Penguatan Pendidikan Pancasila diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (12/8). Presiden mengatakan bahwa Pancasila sebagai sebuah ideologi bangsa dianggap dapat menjadi bintang pengarah untuk menghadapi tantangan zaman.

Menurut rilis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang diterima Infonawacita.com di Jakarta, Sabtu (12/8) malam, Presiden mengatakan saat ini dunia berubah dengan sangat cepat dan tentunya perubahan ini harus diantisipasi.

“Mengarahkan kembali cita-cita kemerdekaan itu ke mana, ideologi itu lah yang mengarahkan kita. Siapa ideologi itu? Pancasila,” ucap Presiden.

Agar perubahan yang terjadi tidak memberikan pengaruh buruk, perlu dilakukan penguatan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan. Karena terjangan, pertarungan ideologi, infiltrasi ideologi tengah terjadi dan salah satunya melalui melalui media sosial.

“Sekarang hati-hati, jangan sampai nilai-nilai kita hilang, karena terjangan infiltrasi ideologi,” ujar Presiden.

Infiltrasi budaya sulit diadang

Di sisi lain, faktanya memang sulit mengadang infiltrasi budaya terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya remaja yang menyukai grup musik asal luar negeri. Tapi Presiden mengatakan bahwa hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan, selama dilakukan untuk mengetahui ada dimana posisi kita dan untuk membandingkan kualitas musik mereka dengan grup musik dalam negeri.

Presiden pun mengaku bahwa dirinya suka menonton Metallica, Linkin Park, dan Judas Priest. “Untuk apa harus tahu? Untuk apa kita nonton? Untuk membandingkan posisi kita ada dimana, kekalahan kita ada dimana, kemenangan kita ada di mana. Jangan sampai kita tergerus oleh itu,” kata Presiden.

Selain untuk mengukur keberadaan grup musik di tanah air, menonton sebuah konser grup musik dari luar negeri juga diperlukan untuk membandingkan bagaimana penataan presentasi musik mereka meiputi manajemen lighting, manajemen panggung dan juga pengelolaan penonton. “Itu yang ingin saya lihat,” ucap Presiden.

Bulan Oktober nanti misalnya, akan hadir penyanyi asal Inggris yang akan berkunjung ke Indonesia. “Anak muda pasti senang semuanya. Hati-hati saya ingatkan, kita sendiri memiliki (artis), Mas Giring tadi mana?” ucap Presiden menunjuk kepada artis Giring Nidji.

Untuk musik rock, keandalan pemusik di tanah air juga tidak kalah dengan pemusik luar negeri, Presiden menyebut grup musik Superman is Dead, Burgerkill dan Slank.

Indonesia kaya seni dan budaya

Oleh karenanya Presiden mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya.

“Kita memiliki semuanya, budaya kita juga kita lihat yang tarian, dari Sabang sampai Merauke berapa puluh ribu kita miliki,” tuturnya.

Keberagaman budaya ini mengingatkan bahwa ideologi Pancasila untuk mengarahkan kembali kepada cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Terakhir, Presiden berharap masyarakat tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila dalam rangka memenangkan pertarungan ideologi dengan negara lain. Dirinya juga mengingatkan bahwa pertarungan ideologi belum selesai dan masih akan terus berlanjut.

“Dengan cara berbeda mereka akan masuk entah lewat musik, tari, budaya, ekonomi. Hati-hati!” ucap Presiden. (*)