Saykoji, Monita Tahalea, dan Gaby Nyanyikan Lagu untuk Perubahan Sosial

foto: youtube

INFONAWACITA.COM – Musisi Indonesia Igor Saykoji bersama Monita Tahalea dan Gaby Cristy baru-baru ini meluncurkan sebuah single terbaru berjudul Bukalah Hati. Lagu yang digagas bersama dengan organisasi kemanusiaan anak bernama Wahana Visi Indonesia (WVI) ini dipersembahkan untuk semua anak Indonesia, khususnya Papua.

“Bukalah hatimu untuk mereka, tunjukanlah kasihmu tumbuhkan harapan. Karena hari depan di tangan mereka, bersama-sama kita untuk masa depan bangsa Indonesia,” begitu lirik awal lagu Bukalah Hati yang dinyanyikan Monita Tahalea.

Dalam video tersebut terlihat anak-anak Papua yang sedang asik bermain bersama, tertawa lepas. Sementara Igor Saykoji dengan gaya rap-nya muncul mengenakan kaos hitam ditambah dengan tas noken warna-warni khas Papua.

“Masa depan kita tabur dari masa kini, cerahnya ada di tangan anak-anak ini. Bukan artis bukan politisi tapi lewat mereka kita tunjukan visi-misi, pendidikan kesehatan ekonomi tak berkembang bila kemiskinan menongkrongi,” senandung Igor.

Rap Igor kemudian disambut oleh Gaby dengan suara merdunya. Gaby meyakinkan anak Papua memiliki hak dan kesempatan yang sama.

“Dengan senyuman ulurkan tanganmu, mereka damba kesempatan yang sama. Bukalah hatimu untuk mereka, tunjukkanlah kasihmu tumbuhkan harapan,” nyanyi Gaby.

#Beranibermimpi

Single Bukalah Hati ditulis oleh Igor sendiri pada tahun 2012 silam, ditulis ulang pada tahun 2017 serta dipersembahkan untuk anak-anak Indonesia dalam rangka mendukung kampanye #Beranibermimpi 2017 milik WVI.

#Beranibermimpi 2017 merupakan sebuah online fun-raising competition yang diinisiasi oleh WVI, bekerjasama dengan campaign.com yang bertujuan untuk mengumpulkan dana untuk mendirikan Honai Belajar Anak dan toilet di tiga sekolah di Desa Sapalek, Distrik Napua, Wamena, Papua.

Direktur Komunikasi Wahana Visi Indonesia, Priscilla Christin dalam siaran pers yang diterima Infonawacita.com, Rabu, (19/7) menjelaskan bahwa di desa tersebut, anak-anak usia PAUD belum memiliki gedung sekolah dan masih menumpang di kantor kepala desa.

“Mereka hanya bisa melakukan kegiatan belajar pada pada hari Jumat dan Sabtu, saat kantor kepala desa sedang tidak beroperasi. Selain itu, masih banyak juga sekolah-sekolah lain yang belum memiliki toilet sehingga anak-anak masih mempraktekan BABS (Buang Air Besar Sembarangan),” kata Priscilla.

Priscilla juga turut menyampaikan kegembiraannya akan lagu ini karena merupakan karya anak bangsa yang juga ditujukan untuk anak bangsa. Menjadi salah satu cara yang sangat kreatif untuk mendukung perubahan sosial bangsa. Terlebih lagi, lagu ini sejalan dengan spirit #Beranibermimpi yang digagas untuk meningkatkan nasionalisme anak bangsa. (*RA/yi)